Monday, October 01, 2007

Lepas ....

Pernah nggak kamu merasakan seperti seseorang yang sedang membawa beban berat kemana-mana? Kamu ingin sekali membuang beban itu sehingga kamu bisa melenggang dengan entengnya. Tapi kamu juga tidak bisa melakukan itu karena beban tersebut adalah bagian dari hidupmu, bahkan juga hatimu.

Saya pernah!!
Yeps... beban itu namanya cinta, pertama kali saya berkenalan dengan cinta, dia begitu mempesona. Pertama-tama saya tidak yakin bahwa itu yang dinamakan cinta. Yang saya tau, saya begitu nyaman, senang, bahagia dan ingin selalu bersamanya. Waktu bergulir...satu bulan...dua bulan yang akhirnya menjadi 1 tahun, yang mana kemudian saya tahu bahwa cinta kami adalah semu. Tidak nyata. Dengan nekatnya saya tetap membawa cinta itu dalam hidup saya, dalam setiap langkah saya. Cinta saya tumbuh dengan cepatnya, subur, gendut dan semakin memberatkan langkah saya. 1 tahun berganti menjadi 2 tahun, dan dalam perjalan ini saya tahu bahwa saya harus membuang cinta ini, cinta yang amat sangat menyesakan dada saya. Cinta yang menghimpit saya, tapi itu tidak pernah saya lakukan.

Sampai akhirnya saya tiba pada titik "I could't hold on anymore" Cinta ini, ... cinta ini tidak sebanding dengan apa yang selama ini harus saya pikul seorang diri... seorang diri.

Jadi, untuk sementara saya lepaskan beban berat bernama cinta tersebut dalam sebuah kotak. Sampai nanti, sampai ada seseorang datang dan mau berbagi beban cinta dengan saya.

Heemmm... saya baru saja berfikir, bukahkah seharusnya cinta itu tidak menjadi sebuah beban ...




02"30 Am
02 Oct 07

1 Comments:

At 7:04 AM, Blogger hakim_mboys said...

mmg...begitulah cinta,apa yang smpyan rasakan mungkin sama dengan aku,kini aku juga menderita karena cinta,bukan karena dikhianati atau baru putus.tapi cintaku ditentang sama atasan kerja(bos).mmg dia suka semena-mena pada karyawan.kalau boleh milih antara berhenti kerja dan putus sama dia digaji berlimpah-limpah,aku pilih berhenti dan cari kerja lagi.tapi dasar orang ga pernah punya kasih sayang terhadap perempuan perasaan orang hrs jadi korban,yaitu aku.aku sama dia begitu menderita krna dia mau memisahkan kita dengan berbagai cara kekuasanya,bahkan ngancam segala.dengan amat dan sangat terpaksa aku tetep kerja disini begitu juga dia tapi batinku trs tersiksa.ga tau sampai kapan aku dapat menjalani hidup seperti ini.aku tetep sama dia berati kita trs tersiksa atau kita masing2 cari pengganti untk mengobati luka yang ga pernah kita buat ini.aku ga tau harus bagaimana,aku hanya dapat berdoa mohon pada ALLAH supaya kita saling diberi yang terbaik buat kita berdua dan ga ada yang merasa tersakiti,tapi itu sangat sulit.....salam kenal ya....aku benar2 terenyuh dengan cerita sampeyan mbak....

 

Post a Comment

<< Home